Kiat menghitung modal usaha
April 12, 2008
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 894/XVII
Beberapa minggu lalu, ketika diwawancara di sebuah radio di Jakarta, saya ditanya oleh si pembawa acara:
“Pak Safir, apa, sih, yang sebaiknya disiapkan untuk anak? Tabungan atau asuransi?”
Keputusan untuk menyiapkan tabungan atau asuransi untuk anak seringkali membuat orang tua bingung. Tabungan dan asuransi memiliki fungsi yang berbeda. Tabungan adalah rekening yang kita buka di bank, tapi bisa kita ambil kapan pun. Sedangkan asuransi adalah proteksi yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada kita kalau kita mengalami risiko.
Sering kan kita bertanya kepada orang yang sudah membuka usaha: “Berapa sih modal yang Anda butuhkan dulu itu ketika membuka usaha Anda yang sekarang ini?”. Jawaban yang seringkali muncul adalah: “…sekian juta rupiah, atau sekian belas juta rupiah….” betul kan? Prinsipnya, ada angka yang keluar. Tapi, kalau Anda yang ditanya seperti itu, belum tentu Anda bisa menjawab. Karena umumnya ketika kita ingin menjalankan bisnis, banyak diantara kita yang tidak tahu bagaimana cara menghitungnya.
Nah, kali ini saya akan membagi rahasia kepada Anda tentang cara menghitung jumlah modal yang Anda butuhkan bila ingin memulai sebuah usaha.
Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha, hanya ada 3 jenis modal yang akan Anda keluarkan:
1. Modal Investasi Awal
2. Modal Kerja
3. Modal Operasional
Mari kita membahasnya satu per satu.
1.MODAL INVESTASI AWAL
Apa sih yang dimaksud modal investasi awal? Ini adalah jenis modal yang harus Anda keluarkan di awal, dan biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh-contoh modal ini adalah bangunan, peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang.
Kalau usaha Anda usaha bengkel motor, maka modal investasi awal Anda adalah bangunan, alat-alat perbengkelan, dan perabot lain yang dibutuhkan di bengkel tersebut. Kalau usaha Anda toko, maka modal investasi awal Anda adalah rak, meja, bahkan mungkin juga mesin kasir.
Biasanya, modal ini nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang. Tetapi nilai dari Modal Investasi Awal ini akan menyusut dari tahun ke tahun bahkan bisa dari bulan ke bulan.
2.MODAL KERJA
Ini adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan Anda. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang order.
Sebagai contoh, kalau usaha Anda usaha tempat makan, maka modal kerja yang Anda butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Kalau usaha Anda usaha pem buatan barang kerajinan, maka modal kerja Anda adalah uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan baku. Kalau usaha Anda adalah jasa fotokopi, ya modal kerja Anda uang yang Anda keluarkan untuk membeli kertas, tinta, dan lain sebagainya.
Prinsipnya, tanpa modal kerja, Anda tidak akan bisa menyelesaikan order Anda atau tidak memiliki barang dagangan. Nanti, bisa-bisa Anda malah tidak akan dapat pembeli karena barangnya saja tidak ada. Itulah pentingnya modal kerja.
3.MODAL OPERASIONAL
Modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal operasional adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis Anda. Contohnya pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, PLN, air, bahkan retribusi.
Pos-pos dalam modal operasional ini pada setiap bisnis umumnya hampir sama. Ini karena pada prinsipnya, yang dimaksud dengan modal operasional adalah uang yang harus Anda keluarkan untuk membayar pos-pos biaya di luar bisnis Anda secara langsung. Jadi, Modal Operasional ini biasanya dibayar secara bulanan.
Entry Filed under: Investasi dan keuangan. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
widyatamaentrepreneur | May 7, 2008 at 8:22 am
visit widyatama entrepreneur comunity, and you can get fresh inspiration bisnis (www.widyatamaentrepreneur.wordpress.com)
2.
heru | September 26, 2008 at 12:05 am
istilah modal operasional sebenarnya agak kurang saya mengerti, karena pada prinsipnya yang disampaikan dalam uraian tersebut adalah juga bagian dari modal kerja.
Biaya gaji, telpon, listrik dll, adalah biaya operasional, bukan modal operasional, dan untuk bisa menutupi biaya tersebut dibutuhkan modal kerja yang cukup.
Jadi modal kerja adalah satu konsep manajemen keuangan yang menjelaskan tentang likuiditas usaha dalam menjaga kelancaran kegiatan operasionalnya. Rumusnya bisa di jelaskan sbb;
Modal kerja = aset lancar – kewajiban lancar
sehingga jika diumpamakan biaya operasionalnya Rp1juta/bulan, maka modal kerja yang dibutuhkan untuk membiayai aktivitas usaha selama, katakanlah 3 bulan, adalah Rp1juta x 3 bulan = Rp3juta rupiah.
Nah jika investasi awal ingin dihitung, maka jumlahnya adalah sbb;
Investasi awal = Modal + Modal kerja untuk 3 bulan
kenapa kok dicontohkan modal kerja untuk 3 bulan, karena boleh saja di asumsikan, bahwa kegiatan usaha pada awal berdirinya butuh waktu untuk mencapai BEP operasional selama 3 bulan, (bisa juga lebih lama tergantung jenis usahanya).
Maksudnya BEP operasional adalah kemampuan usaha tersebut menghasilkan kas masuk sama banyaknya dengan kas keluar untuk menutup biaya operasional dan harga pokok produksinya.
atau rumusnya begini;
BEP operasional = Kas masuk – (biaya Opr + HPP) = 0
itu belum dihitung biaya penyusutan, dan besarnya keuntungan yang diharapkan. Sudah tentu besarnya keuntungan yang diharapkan harus lebih besar dari tingkat bunga deposito. Jika keuntungan tersebut sama dengan tingkat bunga deposito, buat apa bikin usaha, lebih baik di tanamkan dalam bentuk deposito.
Jadi untuk menjawab berapa besarnya modal usaha, bisa dihitung sebagai berikut;
Modal Usaha = Investasi awal
Nah yang menarik adalah menjawab pertanyaan berikut ini, Jenis usaha apa dan berapa besarnya modal usaha yang dibutuhkan untuk menghasilkan laba Rp10juta per bulan, dengan asumsi rate of return 5% per bulan?
Karena jawaban pertanyaan tersebut akan membantu sekali jika kita ingin melakukan investasi yang sifatnya lebih instant, misalnya dengan membeli satu unit usaha yang sedang berjalan.
Tanggapan saya ini untuk memperjelas penggunaan istilah yang terkadang malah membuat salah interpretasi.
Salam kenal,
heru sidik
3.
Kartiria | August 25, 2009 at 4:16 am
Selamat siang,
saya mau sharing, saya punya usaha salon kecantikan dengan modal usaha patungan dengan teman kerja, modal saya cuma lebih kecil 5 juta dr modal teman saya, namun belakangan ini krn ada beda pendapat jd kami memutuskan untuk jalan masing-masing. Dan saya mohon pendapatnya, bagaimana membagi nilai usaha yg kami miliki sesuai dengan modal awal buka usaha dan pendapatan yg rata2 perbulan mencapai 7 jt (kotor). Terima kasih sekali, dan mohon dong dibalas ke email saya. makasih