<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>David Krisna Saputra here.</title>
	<atom:link href="http://dksaputra.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dksaputra.wordpress.com</link>
	<description>Entrepreneurship IT</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Apr 2008 03:55:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dksaputra.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9a944094fa74f673b174596bfeb20726?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>David Krisna Saputra here.</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>memupuk cita-cita</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/16/memupuk-cita-cita/</link>
		<comments>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/16/memupuk-cita-cita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 03:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dksaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interpersonal skill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/16/memupuk-cita-cita/</guid>
		<description><![CDATA[memupuk cita-cita dengan kekhawatiran dan ketakutan akan menghasilkan akar yang membelenggu hidup pada kegagalan. memupuk cita-cita dengan optimesme dan solusi akan menuai kesuksesan
(Leo Tzu (600-531 SM),filsuf cina)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=43&subd=dksaputra&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>memupuk cita-cita dengan kekhawatiran dan ketakutan akan menghasilkan akar yang membelenggu hidup pada kegagalan. memupuk cita-cita dengan optimesme dan solusi akan menuai kesuksesan<br />
(Leo Tzu (600-531 SM),filsuf cina)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dksaputra.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dksaputra.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dksaputra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dksaputra.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dksaputra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dksaputra.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dksaputra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dksaputra.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dksaputra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dksaputra.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dksaputra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dksaputra.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=43&subd=dksaputra&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/16/memupuk-cita-cita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3257795c6624bad97c09bc3a848c0c84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dksaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 jenis mahasiswa ,kamu termasuk yang mana?</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/4-jenis-mahasiswa-kamu-termasuk-yang-mana/</link>
		<comments>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/4-jenis-mahasiswa-kamu-termasuk-yang-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 01:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dksaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dksaputra.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[by Romi Satria Wahono
Pada saat menjadi mahasiswa baik di program S1, S2 maupun S3 di Jepang, saya mengalami berbagai proses pembelajaran yang kadang bikin geli kalau mengingatnya sekarang. Proses belajar ternyata membuat jenis dan karakter saya berubah-ubah. Kadang saya nggak sadar dengan ketidakmampuan saya, tapi kemudian kenyataan menyadarkan saya bahwa saya tidak mampu, dan akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=39&subd=dksaputra&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>by <a href="http://romisatriawahono.net/aboutme">Romi Satria Wahono</a></p>
<p align="justify">Pada saat menjadi mahasiswa baik di program S1, S2 maupun S3 di Jepang, saya mengalami berbagai proses pembelajaran yang kadang bikin geli kalau mengingatnya sekarang. Proses belajar ternyata membuat jenis dan karakter saya berubah-ubah. Kadang saya nggak sadar dengan ketidakmampuan saya, tapi kemudian kenyataan menyadarkan saya bahwa saya tidak mampu, dan akhirnya setelah saya belajar keras saya jadi sadar apa saja kemampuan saya. Di sisi lain agak sedikit berbahaya ketika saya tidak sadar dengan kemampuan saya. Jadi kayak bunglon dong? Hmm lebih tepatnya bunglon darat <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_wink.gif" alt=";)" /> . Terus saat ini anda termasuk jenis mahasiswa yang mana? Mari kita lihat bersama.</p>
<p align="justify"><strong>1. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Ketidakmampuannya (Unconsciously Incompetent)</strong></p>
<p align="justify">Tahun 1994, kehidupan saya di Jepang di mulai. Saya beserta 14 orang yang lain sekolah bahasa Jepang di Shinjuku, nama sekolahnya Kokusai Gakuyukai. 1 tahun belajar bahasa Jepang, kita berhasil menghapal sekitar 1000 kanji. Kemampuan bahasa Jepang level 1 menurut <a href="http://www.jees.or.jp/jlpt/en/" target="_blank">Japanese Language Proficiency Test</a> alias Nihongo Noryoku Shiken. Kebetulan karena saya senang <span style="text-decoration:line-through;">nggombalin orang</span> ngomong, percakapan bahasa Jepang saya cukup terasah (pera-pera). Di Kokusai Gakuyukai, kita juga diajari pelajaran dasar untuk Matematika, Fisika dan Kimia. Ini juga nggak masalah. Kurikulum Indonesia yang padat <span style="text-decoration:line-through;">merayap</span> plus rumus-rumus cepat ala bimbel <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.18/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_biggrin.gif" alt="D" /> , membuat soal-soal jadi relatif mudah dikerjakan. Karena saya newbie di dunia komputer, padahal harus masuk jurusan ilmu komputer, saya beli komputer murah untuk saya oprek. Newbie? yah bener, saya gaptek komputer waktu itu. Saya kerja keras, saya bongkar PC, saya copoti card-cardnya karena pingin tahu, sampe akhirnya rusak hehehe. Terus nyoba mulai install Windows 3.1. Lebih dari 3 bulan, tiap malam saya keloni terus itu komputer, jadi lumayan mahir lah. Tahun 1995, masuk ke Saitama University dengan sangat PD dan semangat membara <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" alt=")" /> . Nah pada tahap ini saya sebenarnya masuk ke jenis mahasiswa yang tidak sadar akan ketidakmampuannya. Dikiranya semua sesuai dengan yang dibayangkan dan diangankan.</p>
<p align="justify"><strong>2. Mahasiswa Yang Sadar Akan Ketidakmampuannya (Consciously Incompetent)</strong></p>
<p align="justify">Masuk kampus, ternyata bekal kanji 1000 huruf nggak cukup. 1000 kanji itu level anak SD atau SMP di Jepang. Saya perlu lebih dari 30 menit untuk membaca 1 halaman buku textbook pelajaran, padahal orang Jepang hanya perlu 2-3 menit <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_sad.gif" alt="(" /> Kemahiran percakapan juga nggak banyak menolong karena mahasiswa Jepang membentuk grup-grup. Saya satu-satunya mahasiswa asing di Jurusan, nggak kebagian teman, meskipun sudah kerja keras tegur sapa, ngajak kenalan, nanya jam, nanya mata pelajaran, dsb. Matematika, Fisika, dan Kimia sebenarnya mudah, hanya masalahnya karena Kanji terbatas, kadang saya nggak ngerti yang ditanyain apa. Jadi kadang saya kerjasama dengan mahasiswa Jepang disamping saya, dia ngerti apa yang ditanyain, tapi nggak bisa ngerjakan. Sebaliknya saya nggak ngerti yang ditanyain, tapi sebenarnya bisa ngerjain … hehehe. Untuk praktek di lab komputer, ternyata semua pakai terminal Unix (Sun), sama sekali nggak ada mesin yang jalan under (Microsoft) Windows. Yang pasti, harus sering mainin command line di shell, untuk ngedit file hanya bisa pakai emacs, browsing hanya bisa pakai mosaic, laporan harus pakai latex, buat program harus pakai bahasa C atau perl (CGI) untuk yang berbasis web. Kenyataan membuat saya sadar akan ketidakmampuan saya <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" alt=")" /> .</p>
<p align="justify"><strong>3. Mahasiswa Yang Sadar Akan Kemampuannya (Consciously Competence)</strong></p>
<p align="justify">Karena sadar bahwa banyak hal yang ternyata saya belum mampu, yang saya lakukan adalah belajar keras. Saya kurangi tidur, saya perbanyak baca, perbanyak beli buku, beli kamus elektronik, banyak diskusi dengan teman-teman mahasiswa Jepang. Saya mulai banyak bermain-main dengan Linux dan FreeBSD di rumah untuk kompatibilitas dengan tugas kampus. Nyambung internet dengan dialup, mulai belajar mengelola server, mulai membuat program kecil-kecilan dengan bahasa C dan Perl. Banyak kerja part time, mulai dari nyuci piring, interpreter, code tester dan programmer. Saya mulai aktif di dunia kemahasiswaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, termasuk ikut mengurusi <a href="http://ppi-jepang.org/" target="_blank">Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang</a> sampai pernah terpilih jadi ketua umumnya. Knowledge dan skill di kampus terasah, experience dan manajemen keorganisasian juga terasah. Alhamdulillah saya mulai banyak punya teman Jepang, kadang makan bareng, main bareng atau ngoprek komputer bareng di asrama mereka. Untuk menambah ilmu kadigdayaan (sebenarnya sih untuk keperluan kerja part time <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_wink.gif" alt=";)" /> ), saya menambah peliharaan komputer di apartemen dengan Apple Macintosh dan beberapa Unix machine.</p>
<p align="justify">Tahun pertama dan kedua terlewati dengan baik, nilai lumayan dengan nuansa penuh kegembiraan. Saya berusaha semaksimal mungkin “menjual” kemampuan saya, baik dalam bentuk jasa alias sebagai interpeter, lecturer, programmer, software engineer, maupun dalam kemasan produk software yang saya buat (sistem informasi rumah sakit, sistem informasi periklanan, web application, network management system, dsb). Alhamdulillah saya sudah bisa mandiri dan mendapat banyak pengalaman dan keuntungan finansial mulai tahun ketiga kehidupan saya di Jepang, sehingga akhirnya saya putuskan menikah “dini” supaya lebih tenang, aman dan sehat <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_wink.gif" alt=";)" /> . Nah pada masa ini jenis saya adalah semakin sadar akan kemampuan saya <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" alt=")" /> .</p>
<p align="justify"><strong>4. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Kemampuannya (Unconsciously Competence)</strong></p>
<p align="justify">Saya banyak ngejar kredit di tahun 1 dan 2, dengan harapan bisa tobikyu (loncat tingkat), meskipun saya kemudian nggak minat lagi karena ternyata di Jepang kalau kita loncat langsung ke program Master (S2), ijazah S1 nggak diberikan oleh Universitas. Resiko besar kalau saya balik Indonesia tanpa ijazah S1, urusan birokrasi pemerintahan (PNS) akan merepotkan, apalagi kalau nanti nyalon jadi walikota semarang, bisa kena pasal ijazah palsu … hehehe. Akhirnya tingkat 3 kuliah banyak kosong (sudah terambil di tingkat sebelumnya). Part time juga saya lebih selektif, hanya di bidang garapan saya saja, yang bisa kerja remote dan lebih bebas waktunya. Tidak ada lagi tempat untuk kerja kasar nyuci piring atau angkat karung. Saya terpaksa ambil mata kuliah jurusan lain untuk menjaga ritme kampus. Meskipun kadang ditolak professor pengajar, karena saya ambil mata kuliah semacam combustion, teknologi pendidikan, sistem tata kota, dsb yang nggak ada hubungan dengan computer science. Akhirnya karena keasyikan ngambil kredit, nggak sadar kelebihan kredit. Total terambil 170 kredit, padahal syarat lulus S1 hanya 118 kredit <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p align="justify">Sehari hampir 18 jam di depan komputer, kecuali tidur sekitar 6 jam, tugas kampus juga saya kerjakan dengan baik. Akhirnya masuklah saya ke masa, “nggak ngerti lagi mau ngapain di Internet” <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.18/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_biggrin.gif" alt="D" /> . Saya mulai suka iseng dan banyak aktif di dunia underground dengan berbagai nama samaran. Saya kadang membuat program looping tanpa stop untuk mbangunin admin kampus, alias men-downkan server karena overload CPU dan memori. Kadang nge-brute force account teman untuk ambil passwordnya, sehingga bisa baca email-email cintanya <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_wink.gif" alt=";)" /> . Sampai akhirnya saya pernah kena skorsing 3 bulan karena ngecrack account professor-professor di kampus. Nah di masa ini, saya berubah jenis sebagai mahasiswa yang nggak sadar bahwa punya kemampuan untuk berbuat negatif dan merusak kestabilan kampus <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" alt=")" /> .</p>
<p align="justify">Di sisi lain, saya banyak mendapatkan knowledge di Universitas, formal language dan automata, software project management, software metrics, requirement engineering, dsb yang pada saat dapat kita mikirnya ini nanti dipakai dimana yah <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" alt=")" /> . Tapi ternyata semua itu bekal yang cukup berguna ketika harus masuk ke dunia industri dan menggarap project-project yang lebih riil. Kondisi seperti ini juga termasuk dalam posisi yang tidak sadar akan kemampuannya <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" alt=")" /></p>
<p align="justify">Bagaimanapun juga mahasiswa sebaiknya di arahkan untuk menjadi jenis ke-3, yang sadar akan kemampuannya dan menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Kalaupun ada mahasiswa yang dengan skillnya terjebak tindakan negatif, pembimbing ataupun dosen juga harus bijak mensikapi. Bagaimanapun juga ini semua adalah proses belajar dan proses pematangan diri. Sebagai tambahan, 4 hal diatas diformulasikan orang dan terkenal dengan nama teori <strong>Experiential Learning</strong>. Lalu anda termasuk yang mana? Silakan dijawab sendiri.</p>
<p align="justify">Yang paling penting, apapun jenis anda, jangan pernah menyerah dan tetap dalam perdjoeangan !</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dksaputra.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dksaputra.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dksaputra.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dksaputra.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dksaputra.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dksaputra.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dksaputra.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dksaputra.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dksaputra.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dksaputra.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dksaputra.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dksaputra.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=39&subd=dksaputra&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/4-jenis-mahasiswa-kamu-termasuk-yang-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3257795c6624bad97c09bc3a848c0c84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dksaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.18/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_sad.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.18/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi8_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 resep sukses bangsa jepang</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/10-resep-sukses-bangsa-jepang/</link>
		<comments>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/10-resep-sukses-bangsa-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 01:57:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dksaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dksaputra.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[by Romi Satria Wahono
Setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=38&subd=dksaputra&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>by <a href="http://romisatriawahono.net/aboutme">Romi Satria Wahono</a></p>
<p align="justify">Setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba <a href="http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/" target="_blank">memotret Jepang dari satu sisi</a>. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi4_files/icon_wink.gif" alt=";)" /></p>
<p align="justify"><strong>1. KERJA KERAS</strong></p>
<p align="justify">Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi4_files/icon_wink.gif" alt=";)" /> ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.</p>
<p align="justify"><strong>2. MALU</strong></p>
<p align="justify">Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang  lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.</p>
<p align="justify"><strong>3. HIDUP HEMAT</strong></p>
<p align="justify">Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai  kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.</p>
<p align="justify"><strong>4. LOYALITAS</strong></p>
<p align="justify">Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.</p>
<p align="justify"><strong>5. INOVASI</strong></p>
<p align="justify">Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.</p>
<p align="justify"><strong>6. PANTANG MENYERAH</strong></p>
<p align="justify">Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi4_files/icon_smile.gif" alt=")" /> Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi4_files/icon_smile.gif" alt=")" /></p>
<p align="justify"><strong>7. BUDAYA BACA</strong></p>
<p align="justify">Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi  kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah <a href="http://romisatriawahono.net/2006/10/29/komik-pendidikan/" target="_blank">komik pendidikan</a> di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).</p>
<p align="justify"><strong>8. KERJASAMA KELOMPOK</strong></p>
<p align="justify">Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.</p>
<p align="justify"><strong>9. MANDIRI</strong></p>
<p align="justify">Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.</p>
<p align="justify"><strong>10. JAGA TRADISI</strong></p>
<p align="justify">Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang <img class="wp-smiley" src="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi4_files/icon_wink.gif" alt=";)" /> Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.</p>
<p align="justify">Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.</p>
<p align="justify">Tetap dalam perdjoeangan !</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dksaputra.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dksaputra.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dksaputra.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dksaputra.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dksaputra.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dksaputra.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dksaputra.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dksaputra.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dksaputra.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dksaputra.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dksaputra.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dksaputra.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=38&subd=dksaputra&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/10-resep-sukses-bangsa-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3257795c6624bad97c09bc3a848c0c84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dksaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi4_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi4_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi4_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.20/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi4_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.21/dksaputra.wordpress.comm/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/entrepreneurship/romi4_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak ada alasan untuk tidak menabung</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/tidak-ada-alasan-untuk-tidak-menabung/</link>
		<comments>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/tidak-ada-alasan-untuk-tidak-menabung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 01:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dksaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi dan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dksaputra.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid Nova No. 641/XIII

&#8220;Siapa, sih, yang tak ingin punya tabungan? Saya juga mau, kok, menabung. Masalahnya, uang saya habis terus&#8230;&#8221;
&#8220;Belum lagi anak-anak minta dibelikan sepatu&#8230;&#8221;
&#8220;Saya kan juga perlu beli ini dan itu&#8230;&#8221;
&#8220;Ah, saya memang enggak berbakat mengelola uang&#8230;&#8221;
Kata-kata tersebut diatas mungkin akrab di telinga Anda, atau mungkin Anda sendiri yang mengalaminya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=37&subd=dksaputra&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:78%;">Oleh: Safir Senduk<br />
Dikutip dari Tabloid Nova No. 641/XIII<br />
</span><br />
&#8220;Siapa, sih, yang tak ingin punya tabungan? Saya juga mau, kok, menabung. Masalahnya, uang saya habis terus&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Belum lagi anak-anak minta dibelikan sepatu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya kan juga perlu beli ini dan itu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, saya memang enggak berbakat mengelola uang&#8230;&#8221;</p>
<p>Kata-kata tersebut diatas mungkin akrab di telinga Anda, atau mungkin Anda sendiri yang mengalaminya. Anda ingin sekali bisa menabung, tapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu?</p>
<p>Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti akan mengalaminya. Menabung (melakukan investasi secara rutin) seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Namun demikian, apabila Anda menyisihkan uang secara rutin, maka uang yang Anda kumpulkan tersebut bisa sangat bermanfaat.</p>
<p>Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun menabung hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun, ia mengatakan penghasilannya sering habis dipakai dalam sebulan. Jadi, ia tidak bisa menabung.</p>
<p>Sebetulnya, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulan, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya.</p>
<p>Apakah situasi seperti ini cukup akrab di telinga Anda? Atau, apakah Anda juga mengalaminya?</p>
<p><span style="font-weight:bold;">MENINGKATKAN DAN MENEKAN</span></p>
<p>Saya akan beberkan satu cara buat Anda. Kalau selama ini Anda selalu membelanjakan dulu uang Anda sehingga selalu kehabisan uang untuk ditabung, kenapa sekarang Anda tidak membalik proses itu?</p>
<p>Ketika Anda mendapatkan gaji Anda pada tanggal 25, sisihkan dulu sebagian uangnya untuk Anda tabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Bila itu Anda lakukan secara rutin, maka setelah setahun, Anda sudah akan memiliki simpanan dalam jumlah besar.</p>
<p>Bila Anda melakukan hal itu, maka Anda tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk tidak menabung. Yah, mungkin saja uang yang bisa Anda belanjakan jadi berkurang. Tapi itulah konsekuensinya: Anda perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa depan Anda.</p>
<p>Sebagai contoh, penghasilan Anda tadinya adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, Anda biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan Anda menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran Anda cuma tinggal Rp 900 ribu per bulan.</p>
<p>Bila Anda merasa jumlah itu tidak cukup, maka Anda harus melakukan satu diantara tiga pilihan dibawah ini:</p>
<p>1. Meningkatkan pendapatan Anda. Dalam contoh di atas, pendapatan Rp 1 juta ditingkatkan menjadi Rp 1,1 juta. Dengan Anda tetap menabung Rp 100 ribu, maka pengeluaran Anda bukan lagi Rp 900 ribu, tapi kembali menjadi Rp 1 juta.</p>
<p>2. Menekan pengeluaran Anda. Dalam contoh di atas, Anda bersedia untuk menekan pengeluaran Anda yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu saja.</p>
<p>3. Melakukan keduanya, yakni meningkatkan pendapatan sekaligus menekan biaya hidup. Dalam contoh di atas, Anda bisa meningkatkan pendapatan Anda menjadi Rp 1,1 juta, dan menekan pengeluaran Anda menjadi Rp 900 ribu. Dengan demikian, Anda malah memiliki selisih yang lebih besar lagi untuk ditabungkan!</p>
<p>Terserah Anda, mana dari ketiga cara tadi yang hendak Anda pilih. Yang paling penting, Anda harus membiasakan diri untuk menabung. Dalam hal ini, apabila Anda mengalami kesulitan untuk menabung karena alasan selalu kehabisan, maka Anda bisa menabung di muka begitu Anda mendapatkan penghasilan.</p>
<p>Ingat selalu: Anda perlu dana cadangan untuk masa-masa yang terduga kelak.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">KE MANA MENABUNG?</span></p>
<p>Ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sebagai tempat menabung. Salah satu tempat menabung yang paling populer bagi orang Indonesia adalah tabungan di bank. Kelebihan tabungan adalah bahwa dana dalam tabungan bisa diambil kapan pun Anda inginkan. Kelemahan tabungan adalah bahwa pada saat ini, umumnya tabungan di bank hanya memberikan bunga yang kecil.</p>
<p>Selain itu, Anda mungkin juga bisa menabung dengan membeli emas. Bila Anda menabung sebesar, katakan, Rp 200 ribu per bulan, Anda mungkin bisa membeli emas yang jumlahnya sesuai dengan nilai uang yang Anda tabungkan. Pada saat ini, banyak tersedia koin emas yang bisa dibeli dengan jumlah satu gram saja.</p>
<p>Sebagai alternatif, Anda bisa juga menabung ke dalam bentuk investasi seperti Reksa Dana. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi dimana uang yang Anda tabungkan akan dikelola oleh sebuah tim Manajer Investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai macam produk investasi. Untuk bisa berinvestasi dalam Reksa Dana, bisa dimulai dengan jumlah persyaratan dana minimal sebesar Rp 100 ribu.</p>
<p>Jelas, ada beberapa pilihan bila Anda hendak menabung. Kenapa tidak memulainya?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dksaputra.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dksaputra.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dksaputra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dksaputra.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dksaputra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dksaputra.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dksaputra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dksaputra.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dksaputra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dksaputra.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dksaputra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dksaputra.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=37&subd=dksaputra&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/tidak-ada-alasan-untuk-tidak-menabung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3257795c6624bad97c09bc3a848c0c84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dksaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat menghitung modal usaha</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/kiat-menghitung-modal-usaha/</link>
		<comments>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/kiat-menghitung-modal-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 01:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dksaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi dan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dksaputra.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 894/XVII

Beberapa minggu lalu, ketika diwawancara di sebuah radio di Jakarta, saya ditanya oleh si pembawa acara:
&#8220;Pak Safir, apa, sih, yang sebaiknya disiapkan untuk anak? Tabungan atau asuransi?&#8221;
Keputusan untuk menyiapkan tabungan atau asuransi untuk anak seringkali membuat orang tua bingung. Tabungan dan asuransi memiliki fungsi yang berbeda. Tabungan adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=36&subd=dksaputra&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:78%;">Oleh: Safir Senduk<br />
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 894/XVII<br />
</span><br />
Beberapa minggu lalu, ketika diwawancara di sebuah radio di Jakarta, saya ditanya oleh si pembawa acara:<br />
&#8220;Pak Safir, apa, sih, yang sebaiknya disiapkan untuk anak? Tabungan atau asuransi?&#8221;<br />
Keputusan untuk menyiapkan tabungan atau asuransi untuk anak seringkali membuat orang tua bingung. Tabungan dan asuransi memiliki fungsi yang berbeda. Tabungan adalah rekening yang kita buka di bank, tapi bisa kita ambil kapan pun. Sedangkan asuransi adalah proteksi yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada kita kalau kita mengalami risiko.</p>
<p>Sering kan kita bertanya kepada orang yang sudah membuka usaha: &#8220;Berapa sih modal yang Anda butuhkan dulu itu ketika membuka usaha Anda yang sekarang ini?&#8221;. Jawaban yang seringkali muncul adalah: &#8220;&#8230;sekian juta rupiah, atau sekian belas juta rupiah&#8230;.&#8221; betul kan? Prinsipnya, ada angka yang keluar. Tapi, kalau Anda yang ditanya seperti itu, belum tentu Anda bisa menjawab. Karena umumnya ketika kita ingin menjalankan bisnis, banyak diantara kita yang tidak tahu bagaimana cara menghitungnya.</p>
<p>Nah, kali ini saya akan membagi rahasia kepada Anda tentang cara menghitung jumlah modal yang Anda butuhkan bila ingin memulai sebuah usaha.</p>
<p>Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha, hanya ada 3 jenis modal yang akan Anda keluarkan:</p>
<p>1. Modal Investasi Awal<br />
2. Modal Kerja<br />
3. Modal Operasional</p>
<p>Mari kita membahasnya satu per satu.</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#33cc00;">1.MODAL INVESTASI AWAL</span><br />
Apa sih yang dimaksud modal investasi awal? Ini adalah jenis modal yang harus Anda keluarkan di awal, dan biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh-contoh modal ini adalah bangunan, peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang.</p>
<p>Kalau usaha Anda usaha bengkel motor, maka modal investasi awal Anda adalah bangunan, alat-alat perbengkelan, dan perabot lain yang dibutuhkan di bengkel tersebut. Kalau usaha Anda toko, maka modal investasi awal Anda adalah rak, meja, bahkan mungkin juga mesin kasir.</p>
<p>Biasanya, modal ini nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang. Tetapi nilai dari Modal Investasi Awal ini akan menyusut dari tahun ke tahun bahkan bisa dari bulan ke bulan.</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#33cc00;">2.MODAL KERJA</span><br />
Ini adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan Anda. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang order.</p>
<p>Sebagai contoh, kalau usaha Anda usaha tempat makan, maka modal kerja yang Anda butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Kalau usaha Anda usaha pem buatan barang kerajinan, maka modal kerja Anda adalah uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan baku. Kalau usaha Anda adalah jasa fotokopi, ya modal kerja Anda uang yang Anda keluarkan untuk membeli kertas, tinta, dan lain sebagainya.</p>
<p>Prinsipnya, tanpa modal kerja, Anda tidak akan bisa menyelesaikan order Anda atau tidak memiliki barang dagangan. Nanti, bisa-bisa Anda malah tidak akan dapat pembeli karena barangnya saja tidak ada. Itulah pentingnya modal kerja.</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#33cc00;">3.MODAL OPERASIONAL</span><br />
Modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal operasional adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis Anda. Contohnya pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, PLN, air, bahkan retribusi.</p>
<p>Pos-pos dalam modal operasional ini pada setiap bisnis umumnya hampir sama. Ini karena pada prinsipnya, yang dimaksud dengan modal operasional adalah uang yang harus Anda keluarkan untuk membayar pos-pos biaya di luar bisnis Anda secara langsung. Jadi, Modal Operasional ini biasanya dibayar secara bulanan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dksaputra.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dksaputra.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dksaputra.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dksaputra.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dksaputra.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dksaputra.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dksaputra.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dksaputra.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dksaputra.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dksaputra.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dksaputra.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dksaputra.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=36&subd=dksaputra&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/kiat-menghitung-modal-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3257795c6624bad97c09bc3a848c0c84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dksaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 resiko investasi yang paling di takuti</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/3-resiko-investasi-yang-paling-di-takuti/</link>
		<comments>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/3-resiko-investasi-yang-paling-di-takuti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 01:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dksaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi dan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dksaputra.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 746/XIV

&#8220;Beranikah saya mengambil risiko dalam berinvestasi?&#8221; Pertanyaan ini mungkin sering terlontar bila Anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan Anda punya uang Rp 10 juta, dan Anda bingung apakah akan menaruhnya di bank atau di tempat lain. Kalau ditaruh di bank, Anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=35&subd=dksaputra&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:78%;">Oleh: Safir Senduk<br />
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 746/XIV<br />
</span><br />
&#8220;Beranikah saya mengambil risiko dalam berinvestasi?&#8221; Pertanyaan ini mungkin sering terlontar bila Anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan Anda punya uang Rp 10 juta, dan Anda bingung apakah akan menaruhnya di bank atau di tempat lain. Kalau ditaruh di bank, Anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran investasi di tempat lain seringkali cukup besar dan sangat menggoda, sehingga ini kadang-kadang menakutkan Anda.</p>
<p>Yang namanya investasi pasti ada risikonya. Nah, dari pengalaman saya selama ini, biasanya hanya ada tiga (3) risiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka berinvestasi:</p>
<p>1. Turunnya Nilai Investasi</p>
<p>Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah &#8220;Apakah uang saya akan hilang?&#8221; Kebanyakan orang mungkin menjawab &#8220;tidak&#8221; kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya risiko pasti ada dalam setiap investasi. Hanya bedanya adalah di ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil. Itu mungkin butuh pembahasan yang khusus di NOVA nomor-nomor mendatang. Yang jelas, satu hal yang paling ditakuti orang, sekali lagi adalah: &#8220;Apakah uang saya akan hilang?&#8221;</p>
<p>Oke, sekarang kalau Anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 30 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau enggak mengalami, ya enggak belajar, kan?</p>
<p>2. Sulitnya Produk Investasi itu Dijual</p>
<p>Risiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal.</p>
<p>Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang Koleksi. Barang-barang koleksi umumnya tidak selalu mudah dijual kembali karena pasar pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, tidak selalu mudah menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan buat orang yang menjualnya.</p>
<p>Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk investasi Anda bisa dijual kembali. Jangan sampai Anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena barangnya memang sulit dijual.</p>
<p>3. Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa</p>
<p>Bayangkan kalau Anda berinvestasi di deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen? Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, tetapi karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai.</p>
<p>Iya dong, beberapa dari Anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya adalah bahwa Hasil Investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus Anda alami dari tahun ke tahun, maka Anda akan bangkrut.</p>
<p>Apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk investasi lain yang mungkin Anda belum tahu, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Lama-kelamaan, Anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.</p>
<p>Selamat berinvestasi!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dksaputra.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dksaputra.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dksaputra.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dksaputra.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dksaputra.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dksaputra.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dksaputra.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dksaputra.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dksaputra.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dksaputra.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dksaputra.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dksaputra.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=35&subd=dksaputra&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/3-resiko-investasi-yang-paling-di-takuti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3257795c6624bad97c09bc3a848c0c84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dksaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 hal dalam menjalankan usaha</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/3-hal-dalam-menjalankan-usaha/</link>
		<comments>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/3-hal-dalam-menjalankan-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 01:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dksaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi dan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dksaputra.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Anda masih ingat kan, topik yang saya ulas pada dua nomor yang lalu tentang Kiat Praktis Membuka Usaha? Nah, mudah-mudahan setelah membaca tulisan tersebut, Anda jadi termotivasi untuk mau menjalankan usaha. Iya dong, kenapa tidak? Usaha merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam rangka menambah penghasilan. Iya kan?
Nah, kalau sekarang Anda berpikir: &#8220;Kira-kira [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=34&subd=dksaputra&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anda masih ingat kan, topik yang saya ulas pada dua nomor yang lalu tentang Kiat Praktis Membuka Usaha? Nah, mudah-mudahan setelah membaca tulisan tersebut, Anda jadi termotivasi untuk mau menjalankan usaha. Iya dong, kenapa tidak? Usaha merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam rangka menambah penghasilan. Iya kan?</p>
<p>Nah, kalau sekarang Anda berpikir: &#8220;Kira-kira menarik juga ya ide untuk membuka usaha. Oke, kalau sekarang saya memutuskan untuk membuka usaha, kira-kira apa saja hal-hal penting yang harus saya perhatikan? Saya kan Enggak MAU gagal dalam usaha saya&#8230;.&#8221;.</p>
<p>Saya jadi ingat ketika sekitar dua minggu yang lalu saya membaca sebuah tulisan dari seorang pengusaha terkenal di Indonesia. Dia mengatakan, &#8220;Kalau Anda membuka usaha, maka apa yang harus Anda lakukan adalah&#8230; lakukan saja.&#8221; Saya pikir betul juga. Banyak diantara kita yang ketika akan membuka usaha, seringkali terbentur pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya hitung menghitung seperti, &#8220;Apa kira-kira usaha saya ini bisa untung ya&#8230; Coba saya hitung dulu&#8230;&#8221;.<br />
<span class="fullpost"><br />
Sebetulnya, menghitungnya sih enggak apa-apa. Tindakan survei yang Anda lakukan sebelum membuka usaha juga tidak apa-apa. Tapi sayangnya, seringkali banyak dari kita yang terlalu lama berkutat di masalah survei kelayakan usaha dan hitung menghitung sehingga kita jadi kehilangan emosi yang dibutuhkan dalam membuka usaha.</p>
<p>Saran saya, Ibu &#8211; Bapak, ketika Anda sudah berniat membuka usaha, tidak apa-apa bila Anda ingin mengadakan survei atau acara hitung-menghitung terlebih dahulu. Tapi, jangan sampai tindakan yang Anda lakukan tersebut membuat Anda jadi menunda-nunda tindakan untuk membuka usaha.</p>
<p>Nah, sebelum Anda membuka usaha, ada 3 hal penting yang harus Anda ketahui dalam menjalankan usaha. Kalau ke-3 hal ini Anda jalankan, mudah-mudahan risiko kegagalan dalam usaha Anda lebih bisa ditekan. Bukankah itu yang kita semua inginkan?</p>
<p><span style="font-weight:bold;"> 1. Kreatif Mencari Sumber Modal</span><br />
Apakah Anda kesulitan mencari modal usaha? Apakah Anda terlalu berat untuk membayar bunga kredit usaha di bank? Bila kedua jawabannya tersebut adalah ya, maka mungkin Anda perlu mencari alternatif sumber modal yang lebih murah. Caranya? Antara lain mungkin dengan mengajak sahabat atau saudara Anda untuk menanamkan modalnya pada usaha Anda, atau malah Anda berdua atau bertiga malah bisa membuka usaha tersebut secara patungan dan menjalankannya bersama-sama.</p>
<p>Alternatif lainnya, cobalah meminjamkan uang dari kerabat dekat atau sahabat terdekat. Karena umumnya mereka telah mengenal Anda dan memahami tujuan Anda untuk membuka usaha. Maka bisa jadi mereka rela memberikan pinjaman uang dengan bunga di bawah bunga bank atau malah tanpa bunga.</p>
<p>Tapi ingat, meski saudara, yang namanya meminjam sesuatu tetap harus dikembalikan, termasuk meminjam uang. Jangan sampai malah hubungan Anda dengan kerabat atau sahabat jadi rusak nantinya gara-gara masalah uang.</p>
<p><span style="font-weight:bold;"> 2. Lokasi dan SDM</span><br />
Lokasi adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam membuka usaha. Ada usaha yang cocok didirikan di suatu lokasi, tapi enggak cocok di tempat lain. Usaha warnet dan fotokopi mungkin sesuai untuk lingkungan di sekitar kampus, tapi membuka toko kelontong mungkin akan lebih cocok untuk daerah pemukiman. Karenanya, lakukan survei untuk mencari tempat yang sesuai bagi usaha Anda. Amati kondisi pasarnya, potensi permintaannya, dan jangan lupa cari juga informasi tentang bagaimana prospek perkembangan daerah itu ke depannya, karena hal ini bisa sangat mempengaruhi usaha Anda.</p>
<p>Faktor lain adalah sumber daya manusia (SDM). SDM menjadi sangat penting karena hal inilah yang akan menggerakkan usaha Anda sehari-hari nantinya. Bila Anda memulai usaha ini sendirian mungkin enggak akan terlalu jadi masalah. Tapi, kalau Anda merekrut pegawai dalam usaha Anda, maka Anda harus memperhatikan masalah kepribadian dan kemampuannya. Kalau pegawai Anda akan berhadapan langsung dengan pelanggan Anda, pilihlah orang yang sopan dan ramah. Seorang klien saya misalnya, mempunyai sebuah usaha toko kelontong. Ketika dia menjaga sendiri tokonya, pelanggannya sangat banyak. Tapi, ketika pegawainya yang disuruh menjaga toko, pelanggannya mulai berkurang. Usut punya usut, setelah ditanyakan pada para pelanggan, rata-rata dari mereka menjawab bahwa pegawai tersebut tidak ramah dalam melayani sehingga para pelanggan menjadi enggan untuk datang ke toko itu. Tentunya Anda tidak mau hal ini terjadi pada usaha Anda kan?</p>
<p><span style="font-weight:bold;"> 3. Promosi</span><br />
Segi promosi seringkali dilupakan oleh mereka yang sedang membuka usaha, atau tak jarang, kegiatan promosi dihilangkan ketika kegiatan usaha sedang lesu. Alasannya, tidak ada dana. Padahal, promosi usaha apa pun bentuknya hendaknya jangan sampai berhenti dalam waktu lama.</p>
<p>Bila promosi berhenti untuk waktu yang lama, orang bisa lupa pada usaha Anda. Tapi kalau Anda selalu melakukan promosi secara rutin, orang akan selalu teringat pada usaha Anda. Promosi yang kontinyu akan selalu berdampak baik pada usaha Anda. Bila kelesuan usaha menimpa secara keseluruhan pada Anda dan pesaing Anda, tetaplah berpromosi. Mungkin Anda memang harus sedikit berkorban dulu, karena pemasukan minim sedangkan pengeluaran promosi terus ada. Tetapi, saya percaya bahwa bila kelesuan usaha ditentukan atas faktor kondisi ekonomi, maka suatu saat kondisinya akan pulih kembali.</p>
<p>Nah, saat kondisi mulai pulih, orang mulai membutuhkan kembali barang dan jasa Anda, saat itulah Anda akan menuai hasilnya. Orang akan membeli dari Anda, karena Andalah yang diingat karena Anda yang paling rajin berpromosi. Bayangkan bila Anda tidak berpromosi disaat kondisi buruk, bisa-bisa Anda malah dikira sudah bangkrut. Nah, bagaimana? Mudah-mudahan 3 hal tersebut di atas bisa membantu Anda dalam menyukseskan usaha Anda. Salam.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Memulai Usaha dari Rumah</span><br />
Bila Anda tertarik membuka usaha, kenapa Anda tidak mencoba untuk menjalankannya dari rumah? Ya, memulai usaha dari rumah bisa sangat bermanfaat, tapi tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan kondisi rumah Anda dan sifat dari usaha Anda. Tentu saja penilaian terbaik untuk dua hal ini adalah di tangan Anda sebagai sang calon wirausahawan. Bila keduanya tidak memungkinkan untuk memulai usaha dari rumah, jangan dipaksakan. Namun, bila usaha Anda memungkinkan untuk dijalankan dari rumah akan sangat bagus karena Anda akan mendapat berbagai manfaat.</p>
<p>Membuka usaha di rumah memungkinkan kita untuk meluangkan waktu untuk keluarga. Dengan memulai usaha dari rumah, kita bisa mempunyai waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, kalau Anda wanita, memulai usaha dari rumah sangat sesuai untuk Anda yang ingin tetap menunaikan kodrat kewanitaan Anda sebagai ratu rumah tangga sekaligus bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Memulai usaha dari rumah juga merupakan suatu penghematan yang cukup berarti, karena dengan memulai usaha di rumah, berarti Anda mengurangi kebutuhan biaya untuk menyewa atau membeli tempat usaha. Nah, kalau Anda ingin menjalankan usaha dari rumah, jangan lupa beritahukan dan jalin hubungan baik dengan tetangga dan aparat setempat. Ini penting untuk keamanan tempat usaha Anda, dan juga supaya warga sekitar tahu usaha Anda, siapa tahu mereka malah bisa jadi pelanggan Anda.</p>
<p><span style="font-size:78%;">Oleh: Safir Senduk<br />
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 831/XVI</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dksaputra.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dksaputra.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dksaputra.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dksaputra.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dksaputra.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dksaputra.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dksaputra.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dksaputra.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dksaputra.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dksaputra.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dksaputra.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dksaputra.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=34&subd=dksaputra&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/3-hal-dalam-menjalankan-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3257795c6624bad97c09bc3a848c0c84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dksaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 cara mendapatkan uang</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/3-cara-mendapatkan-uang/</link>
		<comments>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/3-cara-mendapatkan-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 01:32:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dksaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi dan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dksaputra.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Safir Senduk
Ada tiga cara untuk bisa mendapatkan uang:
 1. Bekerja. Anda bisa mendapatkan uang dengan cara bekerja, baik itu bekerja pada orang lain, ataupun membuka usaha sendiri. Dengan bekerja pada orang lain, maka uang yang biasanya Anda dapatkan adalah dalam bentuk gaji. Dengan membuka usaha sendiri, maka uang yang Anda dapatkan biasanya bisa lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=32&subd=dksaputra&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:78%;">Oleh: Safir Senduk</span></p>
<p>Ada tiga cara untuk bisa mendapatkan uang:</p>
<p><span style="font-weight:bold;"> 1. Bekerja</span>. Anda bisa mendapatkan uang dengan cara bekerja, baik itu bekerja pada orang lain, ataupun membuka usaha sendiri. Dengan bekerja pada orang lain, maka uang yang biasanya Anda dapatkan adalah dalam bentuk gaji. Dengan membuka usaha sendiri, maka uang yang Anda dapatkan biasanya bisa lebih besar daripada apabila Anda bekerja pada orang lain.</p>
<p><span style="font-weight:bold;"> 2. Warisan/hadiah/pemberian</span>. Cara berikutnya untuk bisa mendapatkan uang adalah dengan mewarisinya dari seseorang, seperti dari orangtua atau pasangan Anda. Selain itu, uang juga bisa Anda dapatkan dari orang lain dalam bentuk hadiah atau pemberian.</p>
<p><span style="font-weight:bold;"> 3. Melakukan Investasi</span>. Cara ketiga untuk bisa mendapatkan uang adalah dengan cara menginvestasikan uang yang sudah Anda miliki pada saat ini. Bila Anda melakukan investasi dengan membuka deposito, maka Anda akan mendapatkan uang dalam bentuk bunga deposito. Kalau Anda membeli saham pada harga tertentu dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi, maka Anda akan mendapatkan uang dari selisih harga jual dan harga belinya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dksaputra.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dksaputra.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dksaputra.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dksaputra.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dksaputra.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dksaputra.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dksaputra.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dksaputra.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dksaputra.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dksaputra.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dksaputra.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dksaputra.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=32&subd=dksaputra&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dksaputra.wordpress.com/2008/04/12/3-cara-mendapatkan-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3257795c6624bad97c09bc3a848c0c84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dksaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com/2008/03/31/10-kiat-menjadi-entrepreneur-untuk-mahasiswa-lugu/</link>
		<comments>http://dksaputra.wordpress.com/2008/03/31/10-kiat-menjadi-entrepreneur-untuk-mahasiswa-lugu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 04:32:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dksaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dksaputra.wordpress.com/2008/03/31/10-kiat-menjadi-entrepreneur-untuk-mahasiswa-lugu/</guid>
		<description><![CDATA[by Romi Satria Wahono
Mas Romi, selama kuliah kan kita sebagai mahasiswa nggak sempat latihan berbisnis. Padahal aku tuh pinginnya begitu lulus langsung bisa mandiri alias bikin perusahaan sendiri. Gimana ya caranya. (Maria, Samarinda)
Aku ini kutu kupret mas, mahasiswa teknik informatika tapi kemampuan coding lemah. Kalau buat-buat desain sih lumayan mas, photoshop dan coreldraw itu peganganku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=27&subd=dksaputra&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>by <a href="http://romisatriawahono.net/aboutme">Romi Satria Wahono</a></p>
<p align="justify"><i><img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/entrepreneurship.gif" alt="entrepreneurship.gif" align="right" hspace="5" />Mas Romi, selama kuliah kan kita sebagai mahasiswa nggak sempat latihan berbisnis. Padahal aku tuh pinginnya begitu lulus langsung bisa mandiri alias bikin perusahaan sendiri. Gimana ya caranya. (Maria, Samarinda)</i></p>
<p align="justify"><i>Aku ini kutu kupret mas, mahasiswa teknik informatika tapi <a href="http://romisatriawahono.net/2007/08/23/dkv-sekolah-calon-animator-dan-graphic-designer/" target="_blank">kemampuan coding lemah</a>. Kalau buat-buat desain sih lumayan mas, photoshop dan coreldraw itu peganganku tiap hari. Aku mimpi pingin berbisnis sendiri, cuman nggak ngerti gimana dan apa yang harus aku pelajari sekarang. Bantu aku dong mas. (Irwan, Bandung)</i></p>
<p align="justify">Dua pertanyaan yang sering muncul ketika saya mengisi seminar dan workshop di kampus-kampus tentang <i>entrepreneurship</i>. Pertanyaan yang harus kita hargai karena generasi muda kita punya semangat untuk hidup mandiri dan tidak tergantung kepada <strike>belas kasihan</strike> orang lain. <a href="http://romisatriawahono.net/2006/11/29/jadi-pebisnis-it-siapa-takut/" target="_blank">Banyak cara</a> saya menjawab, hanya mungkin untuk mahasiswa yang masih <a href="http://romisatriawahono.net/2007/07/08/4-jenis-mahasiswa-anda-termasuk-yang-mana/" target="_blank">polos dan lugu</a>, saya beri 10 kiat mudah seperti berikut ini.</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Pelajari latar belakang teman satu angkatan. Bapak dan ibunya kerja sebagai apa misalnya. Apakah ada yang menjadi dokter, mengelola klinik, rumah sakit atau apotik? Atau mungkin ada yang punya toko buku atau pengelola perpustakaan? Oh mungkin ada yang bekerja di bengkel? Pelajari semua dan cari informasi sebanyak mungkin? Lha untuk apa? Hush diam dulu, ikuti kiat kedua <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Ok sekarang pilih, cari teman yang bisa diajak kompromi, yang cukup dekat atau bahkan sahabat, dan punya semangat sama untuk terjun bebas memulai berbisnis. Anggap kita pilih yang kebetulan bapaknya punya atau mengelola <b>apotik</b>. Lho terus mau digimanain tuh?</p>
</li>
</ol>
<p><span id="more-27"></span></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Cari buku di toko buku, ada nggak buku tentang belajar bahasa pemrograman yang menggunakan contoh membangun aplikasi atau sistem informasi manajemen (SIM) untuk apotik? Cari buku sampai yang terselip di rak-rak toko buku. Kadang ada buku yang meskipun desain covernya jelek, tapi studi kasusnya lengkap, bahkan source codenya dibagi. Nggak dapat juga? Ok ayo cari yang open source saja, coba cek dari <a href="http://sf.net/" target="_blank">sf.net</a>, saya yakin bisa ditemukan. Lha kalau belum nemu juga? Coba <i>Googling</i> deh <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Sekarang mulai oprek SIM untuk apotik tadi. Mulai pelajari kodenya, oprek dan tambahkan fungsi-fungsi yang diperlukan. Masih sederhana dulu nggak papa. Buka semua file image, baik gif, jpg, dan png. Lakukan editing atau buat image baru yang unik dan khas. Intinya percantik desainnya, ini enteng kan, apalagi anda jagoan manipulasi image dan foto (asal jangan porno) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Jangan lupa cek lisensinya supaya tidak melanggat, dan juga beri credit ke pengembang asal kalau itu opensource. Nggak perlu risih untuk memasukkan satu kalimat “Powered by …. ” atau “Engine by …” pada SIM Apotik yang kita oprek tadi.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Eng-ing-eng … kita sudah punya produk berupa software yang siap ditawarkan nih, meskipun sederhana dan <i>engine</i>-nya ngambil dari contoh di buku atau opensource. Nah obrolkan dengan teman yang kita pilih tadi, minta dia “merayu” bapaknya supaya mau pakai software SIM itu di apotik milik beliau. Nggak perlu bayar kok, gratis, tinggal nyediakan PC atau laptopnya saja, itupun nggak perlu canggih-canggih. Komputer tua saja toh SIM kita juga belum banyak fiturnya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Hore berhasil diimplementasikan! Berdua dengan sahabat kita tadi, bantu pegawai apotik untuk entri data yaitu data daftar obat yang disediakan oleh apotik. Jangan lupa buat spanduk kecil dan brosur diatas komputer tadi, beri tulisan:”<b>Apotik ini Dikelola dengan Sistem Informasi Manajemen Apotik (SIMAPO) ver 1.0</b>” <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Jangan puas sampai disitu, buat situs untuk promosi, kalau nggak ada modal pakai saja blog gratisan dengan <a href="http://wordpress.com/" target="_blank">WordPress.Com</a> atau <a href="http://blogspot.com/" target="_blank">Blogspot.Com</a>. Ngeblog deh, ceritakan bagaimana <i>SIMAPO</i> itu dikembangkan. Tulis juga pengantar tentang sistem informasi manajemen, tentang obat-obatan, tentang apotik, tentang kenapa apotik harus memanfaatkan IT. Kalau perlu manjakan pengunjung dengan daftar apotik seluruh Indonesia, data dari mana? Ya cari dari YellowPage atau Googling yo <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" />  Ops jadi kelupaan, jangan lupa beri tulisan yang agak gede: “<b>SIMAPO ver 1.0 Telah diimplementasikan di Salah Satu Apotik di Kota Besar di Indonesia</b>“.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Masih belum boleh puas <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /> Rayu teman lain yang punya tetangga, kakek, nenek, bapak, ibu, paman atau saudaranya baik jauh maupun dekat yang mengelola apotik. Minta supaya mau install, gratis, tapi kalau mau bayar juga nggak nolak, Rp 500.000 deh, kalau ditawar Rp 50.000 ya nggak masalah. Anggap saja ada ongkos naik angkot untuk install SIM-nya <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /> . Jangan lupa update spanduk dan brosur, “<b>Apotik Ini Dikelola dengan SIMAPO ver 1.0, Sistem Informasi Manajemen untuk Apotik yang telah Diimplementasikan di Beberapa Kota Besar di Indonesia</b>“.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Alhamdulillah sudah dapat dua customer coi! Meskipun masih gratisan, tapi lumayan untuk nambahi <i>Portfolio</i> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Mulai oprek-oprek lagi aplikasi Apotik kita, tambahkan fitur berdasarkan <i>feedback</i> dari Apotik yang sudah menggunakan. Benahi lagi user interface, percantik lagi, buat yang lebih segar dan unik, beri versi baru 1.1. Mulai tawarkan lagi, hanya jangan lagi gratis, Rp 300.000 atau Rp 700.000 gitu deh, tapi kalau teman sendiri yang minta asal ada ongkos jalan juga OK <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /> Mudah-mudahan bisa terus berkembang, atau dalam 1-2 tahun jangan-jangan sudah mulai bisa ikutan tender Departemen Kesehatan dengan pagu Rp 100 juta tuh untuk SIM Apotik … hehehe</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kalau sudah matang dengan satu produk, terus perbaiki produk itu sampai lengkap fiturnya. Dan kalau tertarik untuk mengembangkan produk lain, mulai lagi dari tahap pertama, cari teman lagi yang bapaknya punya bengkel, pengelola perpustakaan, punya toko buku, dsb. Lha siapa tahu bisa bikinkan aplikasi untuk bengkel, perpustakaan atau toko buku. <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
</li>
</ol>
<p align="justify">Nggak terasa, setelah melewati tahapan ke 10, dua mahasiswa lugu kita telah menjelma menjadi dua orang <i>entrepreneur</i> <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /> Di saat teman-teman yang lain masih pontang-panting membawa surat lamaran pekerjaan, kedua mahasiswa ini ketika lulus sudah bisa mandiri, punya produk yang mapan, yang siap dijual dan ditawarkan ke berbagai institusi atau perusahaan. Ternyata <a href="http://romisatriawahono.net/2007/06/23/dapat-apa-sih-di-universitas/" target="_blank">masuk universitas tidak sia-sia</a> lho, ilmu yang dipelajari di kampus alhamdulilah bisa digunakan untuk kehidupan kita, bahkan bisa membuka lapangan kerja baru <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
<p align="justify">Tetap dalam perdjoeangan!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dksaputra.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dksaputra.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dksaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dksaputra.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dksaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dksaputra.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dksaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dksaputra.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dksaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dksaputra.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dksaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dksaputra.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=27&subd=dksaputra&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dksaputra.wordpress.com/2008/03/31/10-kiat-menjadi-entrepreneur-untuk-mahasiswa-lugu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3257795c6624bad97c09bc3a848c0c84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dksaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/entrepreneurship.gif" medium="image">
			<media:title type="html">entrepreneurship.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi2_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Menjadi Mahasiswa Sukses</title>
		<link>http://dksaputra.wordpress.com/2008/03/31/tips-menjadi-mahasiswa-sukses/</link>
		<comments>http://dksaputra.wordpress.com/2008/03/31/tips-menjadi-mahasiswa-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 04:28:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dksaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dksaputra.wordpress.com/2008/03/31/4-jenis-mahasiswa-anda-termasuk-yang-mana/</guid>
		<description><![CDATA[by Romi Satria Wahono
Anda mahasiswa yang luntang-luntung kurang kerjaan? Sudah mulai mual ndengerin kuliah pak dosen? Mulai bete dengan suasana kos-kosan? Apalagi teman dekat sudah mulai pindah kos karena nggak tahan anda utangin terus hehehe. Pingin teriak sekeras-kerasnya tapi takut ditimpukin tetangga? Atau dulu punya mimpi pingin ikut mbangun republik tercinta, tapi jangankan itu, mbangun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=26&subd=dksaputra&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>by <a href="http://romisatriawahono.net/aboutme">Romi Satria Wahono</a></p>
<p align="justify">Anda mahasiswa yang luntang-luntung kurang kerjaan? Sudah mulai mual ndengerin kuliah pak dosen? Mulai bete dengan suasana kos-kosan? Apalagi teman dekat sudah mulai pindah kos karena nggak tahan anda utangin terus hehehe. Pingin teriak sekeras-kerasnya tapi takut ditimpukin tetangga? Atau dulu punya mimpi pingin ikut mbangun republik tercinta, tapi jangankan itu, mbangun diri sendiri saja susah bo <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" />  Apa salah jurusan yah? Padahal dulu dah baca-baca tulisan <a href="http://romisatriawahono.net/2007/08/03/tips-dan-trik-memilih-jurusan-komputer/" target="_blank">tips dan trik memilih jurusan</a>. Bingung karena <a href="http://romisatriawahono.net/2007/06/23/dapat-apa-sih-di-universitas/" target="_blank">nggak dapat apa-apa di universitas</a>. Jadi makin terseok-seok dan tanpa ruh kalau baca tulisan tentang <a href="http://romisatriawahono.net/2007/07/08/4-jenis-mahasiswa-anda-termasuk-yang-mana/" target="_blank">jenis mahasiswa</a>. Hmmm … coba deh ikuti tulisan ini, siapa tahu ada tips yang cocok dan bisa bikin semangat bangkit.</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Bangun tidur, berdiri di depan kaca, ucapkan bahwa andalah yang terbaik di kos-kosan ini (Ya soalnya anda sendirian sekarang <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_biggrin.gif" alt="D" class="wp-smiley" /> ) Kalau anda merasa itu kurang, ucapkan bahwa andalah yang terbaik di kelas anda atau terganteng di kampus anda. Yakinilah bahwa anda adalah manusia pilihan, paling tidak terpilih sebagai wakil desa anda yang bisa kuliah di universitas ini. Atau kalau lebih pede lagi, bilang bahwa andalah makhluk terbaik di muka bumi, ya memang benar, paling tidak dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_razz.gif" alt="P" class="wp-smiley" /></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Mandi yang bersih, sisir dan rapikan rambut anda. Ambil handphone, bikin senyuman paling manis, foto wajah anda. Ulangi lagi kalau masih kurang enak dilihat. Kalau sampai 10 kali jepretan masih juga kurang enak di lihat, ambil secara acak saja. Mungkin wajah anda memang tidak terlalu enak dilihat <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Nyalakan komputer, akses internet, nggak usah ke mana-mana, langsung saja buka <a href="http://wordpress.com/">http://wordpress.com</a>. Buat account blog di sana.<span id="more-26"></span></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Renungi hidup anda, ingat-ingat lagi perjalanan hidup dari kecil sampai sekarang dan apa yang telah anda lakukan. Masuk ke menu administrasi <a href="http://wordpress.com/">http://wordpress.com</a>, klik <b>Write-&gt;Page</b>. Buat tulisan dengan judul <b>About Me</b>, tuliskan resume, kisah hidup dan <i>Curriculum Vitae (CV)</i> anda. Tuliskan “apa saja” seluruh kegiatan anda di sana. Dari lahir, SD, SMP, SMA dan kuliah. Pernah jadi ketua OSIS, sekretaris, bendahara atau pesuruh OSIS? Atau pernah ikutan nyembelih kambing kurban, pernah jadi penjaga masjid, pernah bikin workshop komputer, pernah menang lomba balap karung, cerdas cermat atau lomba gambar di kampung. Tulis semuanya. Kerahkan seluruh ingatan anda, anggap saja nostalgia. Sekali lagi, tulis semua, apapun yang anda lalui di “<i>Page”</i> berjudul <b>About Me</b> tadi. Sudah puas? Klik “<i>Publish</i>“. Kalau ada yang kurang tambahi lagi, kalau merasa halaman itu nggak cukup dan harus tulis dalam OO Writer atau MS Word, <i>copy and paste</i> saja draft tadi. Jangan lupa convert ke PDF dan upload di halaman <b>About Me</b>. Perbaiki terus CV anda setiap ada kegiatan yang anda lakukan, sekecil apapun. Beri juga skrinsyuut kalau diperlukan. Oh ya, foto manis anda tadi jangan lupa dipasang di halaman <b>About Me</b>, kalau pingin contoh, termasuk gimana nempatan CV versi PDF <a href="http://romisatriawahono.net/aboutme/" target="_blank">cek di sini deh</a> <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Sekarang ayok berdiri, jalan ke meja belajar anda. Kenangi kehidupan kampus anda, senangnya ketika diterima di universitas ini, semangatnya ikutan ospek (atau apa ya namanya sekarang?), dosen-dosen anda yang baik dan menyenangkan, nilai mata kuliah anda yang naik turun (yang pasti lebih banyak turunnya <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /> ), dan mungkin juga teman-teman mahasiswi anda yang sudah menolak cinta anda <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /> Kenang semua. Olala, ada kenangan manis disaat anda berjaya dengan satu mata kuliah yang anda senangi, dosennya juga maknyus kalau ngajar, dan anda akhirnya anda mendapatkan berkah nilai A diantara tumpukan nilai C, D dan E.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Mata kuliah apa itu ya, yang dulu anda senangi? Cari buku catatan anda, obrak abrik meja belajar untuk nyari buku textbook mata kuliah itu. Ketemu? Oalah anda ternyata jagoan <i>Rekayasa Perangkat Lunak</i>. Ok sekarang lihat lagi tulisan di buku catatan anda yang sudah lusuh. Cocokan dengan buku textbook. Sekarang tulis kenangan anda tentang mata kuliah <i>Rekayasa Perangkat Lunak</i> itu. Jangan tulis yang lain, konsentrasi saja ke satu mata kuliah itu. Tulisan apapun asal berhubungan dengan <i>Rekayasa Perangkat Lunak</i>. Satu topik tulisan cukup 4-6 paragraf saja, jangan kepanjangan. Kalau belum puas, buat lagi topik lain, batasi juga 4-6 paragraf. Nulisnya di <b>Write-&gt;Post</b> lho ya, jangan lupa.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kurang bahan? Dulu kayaknya pernah pinjem buku bagus tentang <i>Rekayasa Perangkat Lunak</i> di <b>perpustakaan</b>? Ok, kebetulan dah masuk waktu dhuhur dan makan siang. Jangan lupa mampir dulu untuk sholat dhuhur di masjid samping kos-kosan, dan makan siang di warteg andalan. Ok, genjot sepeda ke kampus, langsung ke perpus. Cari buku kenangan anda tadi. Juga cari banyak berita dan tulisan populer tentang software dan metode pengembangan. Kalau perpus ada internet, balik lagi ke <a href="http://wordpress.com/">http://wordpress.com</a> anda. Lanjutkan tulisan-tulisan anda.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Ops nggak terasa sampai maghrib di perpus. Sholat, makan malam dan pulang. Ingat-ingat deh dulu kayaknya pernah ngerjain <b>Tugas Mandiri</b> berhubungan dengan software? Ok kumpulin file-filenya yuk. Dari mata kuliah apa saja lah, bisa Rekayasa Perangkat Lunak, Dasar Pemrograman, Pemrograman berorientasi Obyek, atau apapun. Kalau ada program yang dulu dibuat juga kumpulin. Dibahas saja program yang pernah dibuat, sekaligus dibagi gratis tuh codenya. Walah bisa jadi satu kategori baru tuh di blog <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Sebelum tidur, baca bismillah, dan ucapkan syukur hari ini anda sudah melakukan kegiatan yang sangat baik dan produktif, kegiatan yang bisa membanggakan orang tua, teman, tetangga, dan dosen anda. Dan Insya Allah bisa menjadi bekal kontribusi anda ke republik tercinta ini.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Bangun pagi, nggak usah kebanyakan tidur, anda bukan bayi lagi <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" />  Sholat shubuh dan lanjutkan petualangan hidup anda.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Sebelum masuk kuliah baca-baca buku dulu deh, hari ini pak dosen mau ngajari apa, siapa tahu bisa jadi bahan tulisan. Kalau ada waktu pagi bikin resume atau <b>rangkuman bab yang pak dosen akan ajar</b>. Insya Allah saya jamin anda akan masuk ke kelas dengan suasana yang berbeda. Anda tidak lagi tidur. Horeeee! Lho kok bisa, ya soalnya anda jadi pingin konfirmasi ke pak dosen, yang anda pahami dari rangkuman tadi bener nggak. Dan anda akan nyimak karena anda berharap bisa jadi bahan tulisan. Ada kemungkinan anda akan lebih pinter dari pak dosen, karena kadang saking sibuknya ngerjain proyek, pak dosen kadang lupa belajar … hihihi. Kalau ada pertanyaan yang nggak bisa dijawab pak dosen, anda angkat tangan saja, bilang bahwa pernah mengupas tuntas masalah itu, sebutkan URL blog anda. Bantu dosen anda jawablah, siapa tahu malah nanti diminta bantu dosen ngerjain proyek atau malah jadi asisten dosen. Cuman jangan galak-galak sama adik kelas yah, jaman dosen bangga karena nggak ngelulusin mahasiswa sudah kuno. Yang trend sekarang dosen gaul, kayak si <a href="http://rizalbroer.net/" target="_blank">broer</a> sang dosen flamboyan (ngajar di semua kampus di jakarta bo) dan mbah <a href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/mwiryana" target="_blank">IMW</a> dari gundar <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Lanjutkan perdjoeangan. Mudah-mudahan semester ini tumpukan nilai A anda semakin banyak. Dan Insya Allah saya jamin, anda tidak akan kesulitan ngerjain skripsi atau TA di semester akhir. Kok bisa? Ya, anda sudah terbiasa banyak baca dan nulis, ini modal penting bikin skripsi. Logikanya kalau anda banyak nulis, pasti banyak baca tho <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" />  Jangan lupa untuk submit artikel-artikel anda di <a href="http://ilmukomputer.com/" target="_blank">IlmuKomputer.Com</a>, <a href="http://ilmukomputer.com/tulisan" target="_blank">prosedurnya ada di sini nih</a>. Ini penting karena kabarnya numpang nampang di IlmuKomputer.Com bisa bawa hoki, bisa dapat jodoh, pekerjaan, project atau ketularan gemuk dari <a href="http://romisatriawahono.net/" target="_blank">foundernya</a>. Yang pasti bisa bantu ningkatin traffic blog anda <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kalau kebiasaan 1-12 anda lakukan sampai anda lulus, Insya Allah anda tidak akan kesulitan mencari pekerjaan. Justru pekerjaan yang akan mencari anda. Tulisan-tulisan anda di <b>blog sudah di-indeks</b> oleh banyak mesin mencari. Bahkan mungkin kalau orang <i>googling</i> dengan keyword “<i>Rekayasa Perangkat Lunak Indonesia</i>“, yang muncul nomor satu adalah blog anda. Anda nggak perlu bawa CV ke mana-mana karena anda sudah tulis di blog anda. Tentu anda akan semakin surprise kalau ada penerbit yang nawarin membukukan tulisan-tulisan <i>Rekayasa Perangkat Lunak</i> yang anda telateni selama ini. Kesempatan jadi dosen bukan mimpi lagi, lha wong yang nulis bukunya anda je. Wajar tho sekalian ngajar <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /> Malah anda mungkin sudah ditokohkan oleh masyarakat Indonesia di bidang Rekayasa Perangkat Lunak? Amiiin. Cuman jangan sombong, sombong itu temannya setan <img src="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
</li>
<li>
<p align="justify">Akhirnya, alhamdulillah anda telah sukses melewati kehidupan mahasiswa anda dengan baik. Bukan karena siapa-siapa, tapi karena perdjoeangan anda sendiri, karena tangan anda sendiri, dan tentu saja pertolongan dari yang DIATAS. Jangan lupa, tetap lanjutkan perdjoeangan di kehidupan baru.</p>
</li>
</ol>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dksaputra.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dksaputra.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dksaputra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dksaputra.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dksaputra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dksaputra.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dksaputra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dksaputra.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dksaputra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dksaputra.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dksaputra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dksaputra.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dksaputra.wordpress.com&blog=3074874&post=26&subd=dksaputra&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dksaputra.wordpress.com/2008/03/31/tips-menjadi-mahasiswa-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3257795c6624bad97c09bc3a848c0c84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dksaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_razz.gif" medium="image">
			<media:title type="html">P</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/D.K.saputra/Desktop/Romi%20satrio%20wahono/romi7_files/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>